And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today and then if you can remember
Keep smilin’, keep shinin’
Knowing you can always count on me for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for
Well you came and opened me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you
And then for the times when we’re apart
Well then close your eyes and know
These words are coming from my heart
And then if you can remember
Keep smilin’, keep shinin’
Knowing you can always count on me for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for
ps : why it should be tinker bell and friends ?
cause our life like a fairy tale.
Big Thanks and Hug to cendy, Tita, desi, and wenny.
berlebihan itu tidak akan pernah baik , begitu juga kekurangan.
terlalu banyak cerita akan membuat orang lain bosan
terlalu banyak gosip akan membuat menjauhi orang
terlalu banyak mengeluh akan melupakan kata bersyukur
terlalu banyak berpikir akan membuat kehilangan kesempatan
terlalu perfectionist akan membuat diri sendiri lelah
terlalu banyak bermain akan melupakan belajar
terlalu santai akan membuat menjadi tidak tepat waktu
terlalu banyak makan membuat gendut
yuk, latihan menjadi “normal” tidak berlebihan dan tidak kekurangan
thanks for the lesson from this day :)
ps : mulai menulis diari seperti akan lebih baik , hanya saya dan Tuhan yang tau keluhan-keluhan bodoh saya.
seperti kata wenny, ” lebih baik diam, jika ditanya baru menjawab “
St. Vincentius a Paulo
Vincentius juga disebut “Bapak orang miskin” karena cinta dan pelayanannya kepada orang miskin.
Spiritualitas berarti hidup untuk mencintai Allah. Cinta kepada Allah dalam pengertian Vincentius berarti bekerja keras untuk Allah: “Saudara-saudaraku, marilah mencintai Allah, sekali lagi marilah mencintai Allah, tetapi dengan mencucurkan keringat dan dengan menyingsingkan lengan baju”.[13].
Menurut Vincentius cinta kepada Allah dengan sendirinya bermuara dalam karya, yaitu dalam usaha melaksanakan kehendak Allah. Oleh karena itu bagi Vincentius doa dan karya merupakan satu kesatuan: doa dilanjukan dalam karya, karya dibawa dalam doa. Vincentius tidak segan-segan menganjurkan kepada para suster Puteri Kasih demikian: “Bila Suster terpaksa meninggalkan doa untuk melayani orang miskin, jangan cemas, karena itu berarti meninggalkan Tuhan untuk berjumpa lagi dengan Tuhan dalam diri orang miskin”.[14] Ungkapan terakhir ini dapat diringkas: “Meninggalkan Tuhan untuk Tuhan.”
Kepada romo-romo CM, Vincentius mewariskan spiritualitas lima keutamaan untuk hidup sehari-hari: Simplisitas (kesederhanaan), Kerendahan hati, Kelembutan hati, Matiraga, Semangat untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Sementara kepada para suster Puteri Kasih, ia mengatakan semangat: kesederhanaan, kerendahan hati, cinta kasih.[15]
Spiritualitas ini hingga saat ini dihayati banyak orang Kristiani, bahkan umat dari agama lain, terutama kaum muda dalam upaya mereka untuk mewartakan Kabar gembira dan melayani orang miskin.
Vincentius :)