St. Vincentius a Paulo
Vincentius juga disebut “Bapak orang miskin” karena cinta dan pelayanannya kepada orang miskin.
Spiritualitas berarti hidup untuk mencintai Allah. Cinta kepada Allah dalam pengertian Vincentius berarti bekerja keras untuk Allah: “Saudara-saudaraku, marilah mencintai Allah, sekali lagi marilah mencintai Allah, tetapi dengan mencucurkan keringat dan dengan menyingsingkan lengan baju”.[13].
Menurut Vincentius cinta kepada Allah dengan sendirinya bermuara dalam karya, yaitu dalam usaha melaksanakan kehendak Allah. Oleh karena itu bagi Vincentius doa dan karya merupakan satu kesatuan: doa dilanjukan dalam karya, karya dibawa dalam doa. Vincentius tidak segan-segan menganjurkan kepada para suster Puteri Kasih demikian: “Bila Suster terpaksa meninggalkan doa untuk melayani orang miskin, jangan cemas, karena itu berarti meninggalkan Tuhan untuk berjumpa lagi dengan Tuhan dalam diri orang miskin”.[14] Ungkapan terakhir ini dapat diringkas: “Meninggalkan Tuhan untuk Tuhan.”
Kepada romo-romo CM, Vincentius mewariskan spiritualitas lima keutamaan untuk hidup sehari-hari: Simplisitas (kesederhanaan), Kerendahan hati, Kelembutan hati, Matiraga, Semangat untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Sementara kepada para suster Puteri Kasih, ia mengatakan semangat: kesederhanaan, kerendahan hati, cinta kasih.[15]
Spiritualitas ini hingga saat ini dihayati banyak orang Kristiani, bahkan umat dari agama lain, terutama kaum muda dalam upaya mereka untuk mewartakan Kabar gembira dan melayani orang miskin.
Vincentius :)
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010